News

Tragedi Kereta Cepat Guncang Spanyol, Puluhan Jiwa Melayang dalam Insiden Misterius

Tragedi Kereta Cepat Guncang Spanyol, Puluhan Jiwa Melayang dalam Insiden Misterius

ALFIE RENALDY
Oleh: ALFIE RENALDY Senin, 19 Januari 2026 | 09:16 WIB

Malam Duka yang Mendalam bagi Spanyol

Faktain News – Sedikitnya 21 orang meregang nyawa dan puluhan lainnya mengalami luka serius setelah sebuah kecelakaan melibatkan kereta api cepat di selatan Spanyol. Pihak berwenang memperingatkan bahwa jumlah korban tewas masih berpotensi meningkat seiring waktu.

Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, mengonfirmasi bahwa lebih dari 30 orang kini dirawat di rumah sakit akibat luka-luka parah. Insiden tragis ini terjadi di dekat kota Adamuz, dekat dengan kota Cordoba.

Kronologi dan Kejanggalan Insiden

Operator jaringan kereta api, Adif, menjelaskan bahwa sebuah kereta api cepat yang melaju dari Malaga menuju Madrid anjlok dari lintasannya dan menyeberang ke jalur lain. Kereta yang anjlok ini kemudian bertabrakan dengan kereta api lain yang datang dari arah berlawanan, yakni dari Madrid menuju Huelva.

Layanan darurat Andalusia melaporkan total sedikitnya 73 orang terluka dalam tabrakan mengerikan ini. Oscar Puente, Menteri Transportasi, menyebut insiden ini “sangat aneh” karena kereta api tersebut anjlok di lintasan lurus yang baru saja direnovasi pada Mei tahun lalu. Penyebab resmi kejadian ini masih belum diketahui, dan penyelidikan mendalam diperkirakan akan memakan waktu setidaknya satu bulan untuk menentukan apa yang sebenarnya terjadi.

Reaksi dan Upaya Penyelamatan

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menyatakan bahwa negaranya akan melalui “malam duka yang mendalam.” Rafael Moreno, Wali Kota Adamuz, yang menjadi salah satu orang pertama di lokasi kejadian, menggambarkan pemandangan itu “seperti mimpi buruk.”

Upaya penyelamatan sangat sulit karena puing-puing kereta yang saling melilit. Komandan Pemadam Kebakaran Cordoba, Francisco Carmona, kepada penyiar publik Spanyol RTVE, mengatakan, “Kami bahkan harus menyingkirkan satu jenazah untuk bisa mencapai seseorang yang masih hidup. Ini pekerjaan yang sangat sulit dan rumit.”

Iryo, perusahaan kereta api swasta yang mengoperasikan perjalanan dari Malaga, melaporkan sekitar 300 penumpang berada di dalam kereta yang pertama anjlok. Sementara itu, kereta kedua yang dioperasikan oleh Renfe, membawa sekitar 100 penumpang.

Badan Darurat Andalusia, melalui unggahan di X, mendesak para korban selamat untuk mengabarkan kondisi mereka di media sosial.

Advertisements

Kesaksian Korban dan Layanan Darurat

Salvador Jimenez, seorang jurnalis RTVE yang berada di salah satu kereta, merasakan dampak tabrakan itu seperti “gempa bumi.” “Saya berada di gerbong pertama. Ada momen ketika rasanya seperti gempa bumi dan kereta itu memang tergelincir,” cerita Jimenez.

Dalam pembaruan terakhirnya di X, Jimenez menyebut ia berada di antara sekelompok penumpang yang menunggu bus dalam “malam yang dingin membekukan” untuk diangkut ke pusat olahraga setempat.

Palang Merah Spanyol telah mengerahkan layanan dukungan darurat ke lokasi kejadian dan juga menawarkan konseling kepada keluarga korban. Miguel Ángel Rodríguez dari Palang Merah kepada radio RNE menyampaikan, “Keluarga-keluarga sedang melalui situasi kecemasan besar karena kurangnya informasi. Ini adalah momen-momen yang sangat menyedihkan.”

Pihak Adif juga telah menyiapkan ruang khusus bagi keluarga korban di stasiun Atocha, Seville, Cordoba, Malaga, dan Huelva.

Dampak pada Layanan Kereta dan Dukungan Internasional

Kecelakaan ini terjadi sekitar sepuluh menit setelah kereta meninggalkan Malaga pada pukul 18.40 waktu setempat (17.40 GMT). Seluruh layanan kereta api antara Madrid dan Andalusia ditangguhkan setelah insiden dan akan tetap ditutup pada hari Senin. Perusahaan menyatakan terminal akan tetap buka semalaman untuk mengakomodasi penumpang yang terdampak.

Jenis kereta yang terlibat dalam kecelakaan ini adalah Freccia 1000, yang dapat mencapai kecepatan tertinggi 400 km/jam. Ini diungkapkan oleh juru bicara perusahaan kereta api Italia Ferrovie dello Stato kepada kantor berita Reuters.

Raja Felipe VI dan Ratu Letizia menyatakan mengikuti berita bencana ini dengan “keprihatinan mendalam.” Istana kerajaan melalui X menyampaikan, “Kami menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada kerabat dan orang-orang terkasih yang meninggal, serta cinta dan harapan kami untuk pemulihan cepat bagi yang terluka.” Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kepala Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga menyampaikan belasungkawa.

Pada tahun 2013, Spanyol pernah mengalami kecelakaan kereta api cepat terburuk di Galicia, barat laut Spanyol, yang menewaskan 80 orang dan melukai 140 lainnya.


Eksplorasi konten lain dari Faktain.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Kasih Komentar

Eksplorasi konten lain dari Faktain.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca