News

Trump Umumkan Kesepakatan Dagang Awal dengan Indonesia, Tarif Baru Ditentukan!

Trump Umumkan Kesepakatan Dagang Awal dengan Indonesia, Tarif Baru Ditentukan!

ALFIE RENALDY
Oleh: ALFIE RENALDY Jumat, 18 Juli 2025 | 08:00 WIB

Presiden Donald Trump pada Selasa (waktu setempat) mengumumkan bahwa ia telah mencapai kesepakatan dagang awal dengan Indonesia. Kesepakatan ini mencakup penetapan tarif 19% pada ekspor Indonesia ke Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya di luar Gedung Putih, Trump mengatakan:

“Kami tidak akan membayar tarif. Jadi mereka memberi kami akses ke Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah kami miliki,” ujarnya.
“Itu mungkin bagian terbesar dari kesepakatan. Dan bagian lainnya adalah mereka akan membayar 19%,” tambahnya.

Prabowo Sebut Hubungan Dagang Memasuki Era Baru

Melalui unggahan di Instagram, Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyebut telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Trump.

“Kami sepakat untuk membawa hubungan dagang Indonesia dan Amerika Serikat ke era baru yang saling menguntungkan,” tulis Prabowo.

Namun, Prabowo tidak mengonfirmasi detail tarif atau angka resmi dalam pernyataannya.

Detail Kesepakatan: Energi, Pertanian, dan Boeing

Trump melalui Truth Social menyebut bahwa Indonesia berkomitmen untuk membeli:

  • Energi dari AS senilai $15 miliar
  • Produk pertanian AS sebesar $4,5 miliar
  • 50 unit pesawat Boeing, termasuk seri 777

Menariknya, maskapai Garuda Indonesia sebelumnya dilaporkan tengah mempertimbangkan pembelian 50 hingga 75 unit pesawat Boeing, menurut pernyataan CEO perusahaan awal Juli.

Advertisements

Tarif Baru Lebih Rendah dari Ancaman Sebelumnya

Tarif 19% ini menunjukkan bahwa Trump mundur dari ancaman tarif 32% terhadap Indonesia yang sempat ia lontarkan pekan lalu.

Menurut Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, Indonesia akan menurunkan tarif pada produk AS sebagai bagian dari kesepakatan.

“Tidak ada tarif di sana. Mereka yang membayar tarif di sini,” katanya kepada CNBC.

Latar Belakang Hubungan Dagang AS-Indonesia

Indonesia merupakan salah satu dari 25 mitra dagang utama AS. Berdasarkan data Departemen Perdagangan AS, nilai perdagangan kedua negara mencapai $38 miliar pada 2024, dengan defisit perdagangan AS sebesar $17,9 miliar.

Kesepakatan ini menyerupai langkah Trump sebelumnya dengan Vietnam, yang diumumkan awal Juli dengan tarif impor 20%. Namun, beberapa pihak menyebut proses ini berbeda karena Trump lebih memilih mengirim surat kepada mitra dagang ketimbang melalui jalur negosiasi konvensional.


Eksplorasi konten lain dari Faktain.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Kasih Komentar

Eksplorasi konten lain dari Faktain.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca