News

Ini Dia Biang Kerok Listrik Padam Massal di Sumatera Akhirnya Dibongkar PLN

Ini Dia Biang Kerok Listrik Padam Massal di Sumatera Akhirnya Dibongkar PLN

ALFIE RENALDY
Oleh: ALFIE RENALDY Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:59 WIB

Pemadaman Listrik Meluas Akibat Gangguan Cuaca Ekstrem

Faktain News – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah mengidentifikasi penyebab awal pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah provinsi dan wilayah di Sumatera pada Jumat (22/5) malam. Indikasi kuat mengarah pada gangguan cuaca buruk sebagai pemicu utamanya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan, gangguan tersebut mulai terasa pada Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB. Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem menyebabkan kerusakan parah pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) ruas Muara Bungo-Sungai Rumbai yang berlokasi di Jambi.

Efek Domino dan Upaya Pemulihan Sistem

Dalam keterangan resminya pada Sabtu (23/5), Darmawan menerangkan, “Gangguan pada ruas transmisi tersebut berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatra. Hal ini mengakibatkan penurunan frekuensi yang drastis akibat beban berat pembangkit, kemudian memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah.”

Meskipun demikian, kondisi kelistrikan berangsur membaik secara bertahap. Hingga Sabtu (23/5) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, sekitar 8,3 juta dari total 13,1 juta pelanggan yang sebelumnya terdampak pemadaman telah kembali menikmati pasokan listrik.

Advertisements

Prioritas Pemulihan Pembangkit Listrik

Darmawan menambahkan, saat ini PLN tengah gencar berupaya menghidupkan kembali pembangkit-pembangkit yang sebelumnya terdampak. Proses ini akan diselaraskan kembali dengan sistem transmisi yang sudah siap beroperasi.

Dia menegaskan, pemulihan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap, dengan tetap memprioritaskan keamanan sistem. Pembangkit berbasis hidro dan gas menjadi garda terdepan karena kemampuannya dalam menyuplai sistem sebagai respons cepat, guna mempercepat proses pemulihan awal.

Sebaliknya, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang berbasis termal memerlukan waktu pemulihan yang lebih panjang. Diperkirakan antara 15 hingga 20 jam untuk mencapai kondisi siap operasional penuh, termasuk proses start-up dan sinkronisasi.


Eksplorasi konten lain dari Faktain.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Kasih Komentar

Eksplorasi konten lain dari Faktain.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca