SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Opini Publik
Beranda / Opini Publik / Eco Dry: Inovasi Tim PPK Ormawa Himaproter Olah Feses Domba Menjadi Penyubur Tanaman Organik Berkualitas

Eco Dry: Inovasi Tim PPK Ormawa Himaproter Olah Feses Domba Menjadi Penyubur Tanaman Organik Berkualitas

Opini 11 Agust 2026

Faktain News – BOGOR – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman (Himaproter) telah merampungkan inovasi teknologi pengolahan limbah feses domba bernama Eco Dry. Teknologi ini bertujuan mengubah limbah feses domba yang belum termanfaatkan secara optimal di Desa Hambaro, Kabupaten Bogor, menjadi penyubur tanaman organik berkualitas tinggi yang memiliki nilai ekonomi.

Peresmian teknologi Eco Dry dilakukan pada 11 Juli 2026 di Yatama Farm, Desa Hambaro. Inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam mendukung pengelolaan limbah feses domba yang lebih efektif, sekaligus diharapkan mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Potensi Limbah Domba yang Belum Terjamah

Desa Hambaro tercatat memiliki populasi domba sebanyak 573 ekor pada tahun 2024. Jumlah ini menghasilkan potensi limbah feses domba yang cukup signifikan. Namun, selama ini sebagian besar limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, berpotensi menimbulkan penumpukan dan dampak negatif terhadap lingkungan. Padahal, feses domba memiliki potensi besar untuk diolah menjadi penyubur tanaman organik berkualitas yang bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Pengembangan Eco Dry berawal dari kebutuhan masyarakat akan solusi praktis dan langsung dalam pengelolaan limbah peternakan. Alat ini diarahkan untuk mendukung pengolahan feses domba menjadi bahan yang lebih mudah ditangani, siap dimanfaatkan sebagai penyubur tanaman organik.

Teknologi Eco Dry Menjawab Tantangan

Teknologi Eco Dry dirancang khusus untuk menurunkan kadar air feses domba melalui proses pengeringan. Selain itu, alat ini juga berfungsi mengurangi kadar gas amonia serta meningkatkan konsentrasi unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang sangat dibutuhkan tanaman. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah.

Lowongan Kerja PT KAI Group Eksternal 2026 untuk Lulusan SLTA hingga S1

Kehadiran Eco Dry diharapkan dapat mendukung penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat Desa Hambaro. Pemanfaatan limbah feses domba menjadi produk bernilai guna dan potensi ekonomi merupakan wujud nyata dari konsep ini.

“Eco Dry kami kembangkan bersama masyarakat Desa Hambaro sebagai upaya mengatasi permasalahan limbah feses domba yang menumpuk. Kami berharap teknologi ini tidak hanya membantu mengurangi penumpukan limbah, tetapi juga dapat memberdayakan para peternak melalui pemanfaatan limbah feses domba menjadi penyubur tanaman organik yang bernilai ekonomi,” ungkap Ratu Dewi, Ketua Pelaksana Tim PPK Ormawa Himaproter.

Proses Produksi dan Pemasaran “HAMWARA”

Percobaan penggunaan Eco Dry telah dilakukan oleh Tim PPK Ormawa Himaproter bersama beberapa warga Desa Hambaro. Prosesnya dimulai dengan menyebarkan feses domba pada lantai bangunan Eco Dry, kemudian di fermentasi menggunakan bioaktivator, lalu dikeringkan. Setelah kering, feses tersebut dicacah menggunakan mesin pencacah, dan dikemas dalam plastik putih anti-matahari seberat 5 kg.

Produk pupuk organik ini diberi label HAMWARA (Hambaro Wirausaha Rakyat). HAMWARA merupakan kelembagaan UMKM yang dibentuk langsung oleh tim PPK Ormawa Himaproter untuk masyarakat dan peternak di Desa Hambaro. Tujuannya agar produk ini dapat dipasarkan secara meluas melalui berbagai mitra dan lokapasar (marketplace).

“Alhamdulillah bangunan alat Eco Dry sudah rampung didirikan oleh Tim PPK Ormawa Himaproter dengan bantuan masyarakat setempat. Saya berharap bangunan tersebut dapat menjadi solusi bagi permasalahan limbah ternak domba di Desa Hambaro sekaligus dapat menambah nilai ekonomi masyarakat Desa Hambaro, khususnya para peternak. Saya ucapkan terima kasih banyak atas bantuan dan dedikasi para mahasiswa serta masyarakat setempat dalam membangun alat tersebut,” tutur Bapak Wahyu, salah seorang perwakilan masyarakat yang turut mengapresiasi inovasi ini.

Dengan adanya teknologi Eco Dry, para peternak diharapkan mampu memanfaatkan secara mandiri teknologi tersebut sebagai solusi pengelolaan limbah feses domba. Penerapan inovasi ini diyakini akan memberikan nilai tambah signifikan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Hambaro, terutama bagi para peternak.

Badan Geologi: Erupsi Beruntun Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap di Level III


Eksplorasi konten lain dari Faktain.com | Berita, Informasi dan Pengetahuan Terbaru

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Kasih Komentar

×
×

Eksplorasi konten lain dari Faktain.com | Berita, Informasi dan Pengetahuan Terbaru

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca