News

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dikonfirmasi Meninggal dunia, Trump Klaim Keterlibatan AS-Israel

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dikonfirmasi Meninggal dunia, Trump Klaim Keterlibatan AS-Israel

ALFIE RENALDY
Oleh: ALFIE RENALDY Minggu, 01 Maret 2026 | 11:32 WIB

Faktain News – Televisi pemerintah Iran pada Minggu mengonfirmasi kabar wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kematian tokoh sentral tersebut terjadi dalam sebuah serangan yang disebut-sebut melibatkan Israel dan Amerika Serikat, memicu ketegangan yang kian memanas di kawasan.

Kabar duka ini pertama kali tersiar secara luas setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi hal tersebut melalui unggahan di media sosialnya pada Sabtu, 28 Februari 2026. Pengumuman ini muncul menyusul spekulasi dan laporan awal mengenai serangan militer yang dilancarkan AS dan Israel ke sejumlah wilayah di Iran.

Profil Singkat Ayatollah Ali Khamenei

Sebelum diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi pada tahun 1989, Ayatollah Ali Khamenei memiliki rekam jejak panjang dalam kancah politik Iran. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Iran dari tahun 1981 hingga 1989. Durasi jabatannya yang lama menjadikannya salah satu kepala negara dengan masa pemerintahan terpanjang di Timur Tengah, menandakan pengaruh dan posisinya yang tak tergantikan dalam struktur kekuasaan Iran.

Pernyataan Kontroversial Donald Trump

Dalam serangkaian unggahan di media sosialnya, Donald Trump tak hanya mengonfirmasi kematian Khamenei, tetapi juga melontarkan tuduhan keras serta harapan akan masa depan Iran dan Timur Tengah.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas. Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi seluruh rakyat AS yang hebat, serta orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia yang telah dibunuh atau dilukai secara brutal oleh Khamenei dan kelompok preman haus darahnya,” tulis Trump.

Trump juga secara eksplisit mengklaim keterlibatan AS dan Israel dalam insiden tersebut, menegaskan efektivitas sistem intelijen mereka.

“Ia tidak mampu menghindari intelijen dan sistem pelacakan kami yang sangat canggih, dan dengan bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada satu pun yang bisa ia, maupun para pemimpin lain yang tewas bersamanya, lakukan untuk mencegahnya.”

Seruan Trump kepada Rakyat dan Militer Iran

Menyusul kematian Khamenei, Trump melihat ini sebagai sebuah peluang besar bagi rakyat Iran untuk menentukan nasib negaranya sendiri. Ia bahkan menyerukan kepada anggota IRGC (Korps Garda Revolusi Islam), militer, serta pasukan keamanan dan kepolisian Iran untuk membelot.

Advertisements

“Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka. Kami mendengar bahwa banyak dari IRGC, militer, serta pasukan keamanan dan kepolisian mereka, tidak lagi ingin bertempur dan sedang mencari jaminan kekebalan dari kami. Seperti yang saya katakan tadi malam, ‘Saat ini mereka masih bisa memperoleh kekebalan. Jika terlambat, yang tersisa bagi mereka hanyalah kematian!'”

Mantan Presiden AS itu berharap bahwa elemen-elemen ini dapat bergabung dengan patriot Iran untuk membangun kembali negara.

“Semoga IRGC dan kepolisian dapat bergabung secara damai dengan para patriot Iran, dan bekerja bersama sebagai satu kesatuan untuk mengembalikan negara itu pada kejayaan yang layak didapatkannya. Proses itu harus segera dimulai, sebab yang terjadi bukan hanya kematian Khamenei, melainkan juga bahwa dalam satu hari saja negara tersebut telah sangat hancur, bahkan porak-poranda,” sebut Trump.

Ancaman Berlanjut Demi “Perdamaian Dunia”

Sebelum konfirmasi dari Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat mengisyaratkan bahwa ada “banyak tanda” yang menunjukkan Khamenei telah meninggal dunia. Serangan militer oleh AS dan Israel sendiri dilaporkan telah dilancarkan ke sejumlah wilayah di Iran pada Sabtu pagi waktu setempat.

Dalam penutup pernyataannya, Trump menegaskan bahwa operasi militer tidak akan berhenti sampai tujuan tercapai.

“Pengeboman besar dan tepat sasaran, bagaimanapun, akan terus berlanjut tanpa gangguan sepanjang minggu ini atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan kami: PERDAMAIAN DI SELURUH TIMUR TENGAH DAN, BAHKAN, DI SELURUH DUNIA!

Kematian Ayatollah Ali Khamenei ini berpotensi mengubah lanskap politik Timur Tengah secara drastis, memicu kekhawatiran global akan eskalasi konflik yang lebih besar.


Eksplorasi konten lain dari Faktain.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Kasih Komentar

Eksplorasi konten lain dari Faktain.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca