Faktain News – Samsung Electronics baru saja meluncurkan seri smartphone flagship terbarunya, dengan dua model di antaranya mengalami kenaikan harga $100 dibandingkan pendahulunya. Langkah ini diambil di tengah upaya industri untuk pulih dari krisis kelangkaan chip memori global yang berkepanjangan.
Samsung memperkenalkan model-model barunya dengan mengunggulkan peningkatan pada teknologi AI dan fitur layar privasi. Semua ini terjadi di tengah bayang-bayang kelangkaan chip memori yang melanda industri secara luas, dipicu oleh pesatnya ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan.
Menurut catatan dari Counterpoint Research pada bulan Desember, rata-rata harga jual smartphone di tahun 2026 diperkirakan akan meningkat 6.9% sebagai dampak langsung dari krisis memori ini.
Kenaikan Harga dan Pilihan Model
Menariknya, harga awal untuk model tertinggi, Galaxy S26 Ultra, tetap sama seperti seri S25 tahun lalu. Namun, model Galaxy S26 dan S26+ mengalami kenaikan sebesar $100 dibandingkan pendahulunya, S25. Berikut adalah daftar harga perdananya:
- Galaxy S26: $899
- Galaxy S26+: $1.099
- Galaxy S26 Ultra: $1.299
Kelangkaan Chip Memori Bukan Isu Jangka Pendek
Ben Wood, kepala analis dari CSS Insight, menyampaikan kepada CNBC bahwa kelangkaan chip ini “bukanlah masalah jangka pendek”.
“Kami memperkirakan kelangkaan global chip memori akan terus berlanjut hingga tahun 2027, terutama didorong oleh ekspansi cepat infrastruktur AI, yang mengalihkan pasokan dari smartphone, PC, dan elektronik konsumen lainnya,” tambah Wood.
Fitur Baru dan Teknologi AI yang Ditingkatkan
Seri S26 menandai generasi ketiga dari “ponsel AI” Samsung, menyusul rilis S24 dua tahun lalu. Perusahaan mengklaim bahwa chip pemrosesan pada model-model baru ini lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Samsung juga menyatakan bahwa perangkat ini memanfaatkan berbagai alat AI untuk membantu tugas-tugas seperti pengeditan foto dan pemindaian dokumen.
Wood mengakui bahwa seri S26 dari Samsung memang mengambil “langkah maju yang positif” dalam membuat fitur AI lebih mudah digunakan oleh konsumen. Namun, ia menambahkan prediksinya.
“Saya khawatir konsumen masih akan mempertanyakan seberapa besar nilai yang benar-benar ditawarkannya pada saat ini,” ujar Wood.
Fitur yang paling menonjol pada S26 Ultra, menurut Wood, adalah “layar privasi” yang inovatif. Teknologi ini mengontrol bagaimana piksel menyebarkan cahaya, membatasi apa yang bisa dilihat oleh orang dari sudut samping. Samsung mengklaim fitur ini sebagai yang pertama di dunia.
Dampak Krisis Memori Global
Menurut riset CSS Insight, harga memori di segmen seperti smartphone telah berlipat ganda dalam dua kuartal terakhir, kata Wood. Meskipun produsen memori sedang berinvestasi dalam kapasitas baru, kelangkaan chip diperkirakan akan berlangsung hingga tahun 2027 atau awal 2028.
Seorang juru bicara Samsung menyampaikan kepada CNBC bahwa “kenaikan harga semikonduktor memori adalah masalah global dan berdampak pada industri yang lebih luas secara global”.
“Samsung berharap berada dalam posisi yang relatif baik di sisi pasokan melalui kemitraan strategis dan akan terus berupaya meminimalkan dampak pada bisnisnya dengan merespons secara fleksibel terhadap perubahan pasar,” tambah juru bicara tersebut.
Paolo Pescatore, analis TMT di PP Foresight, memberitahu CNBC bahwa para pembuat smartphone sedang mencari cara untuk mengurangi risiko kelangkaan memori dengan mendiversifikasi pemasok. Krisis memori bukan lagi “pembicaraan rantai pasokan yang khusus”, tambahnya, tetapi telah menjadi “kendala strategis pada peta jalan AI”.
“Jika biaya memori tetap tinggi, Samsung menghadapi tekanan yang familiar yakni melindungi margin keuntungan atau melindungi volume penjualan,” kata Pescatore.
Eksplorasi konten lain dari Faktain.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
