SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Internasional
Beranda / Internasional / Negosiasi AS-Iran Dimulai di Tengah Harapan Solusi Diplomatik dan Penurunan Harga Minyak

Negosiasi AS-Iran Dimulai di Tengah Harapan Solusi Diplomatik dan Penurunan Harga Minyak

CNBC Pictured sources

Faktain News – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan dimulainya negosiasi dengan Iran pada hari Senin. Pengumuman ini menyusul penundaan serangan militer terhadap negara Timur Tengah tersebut, sekali lagi menghidupkan kembali harapan penyelesaian diplomatik atas konflik yang telah mengguncang pasokan energi global.

Dalam pernyataannya kepada wartawan di atas Air Force One pada hari Minggu, Trump menyebutkan, “Apa yang sedang kami lakukan adalah berbicara dengan mereka dalam bentuk negosiasi. Ini akan dimulai besok sore.” Namun, ia tidak merinci lokasi maupun pihak-pihak yang akan terlibat dalam pembicaraan tersebut.

Trump menjelaskan bahwa ia membatalkan serangan atas permintaan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Iran. Ia juga menggambarkan kesepakatan yang mencakup Selat Hormuz dan denuklirisasi Iran sebagai sesuatu yang “mendekat” atau ‘imminent’.

Sebelumnya pada hari Sabtu, Trump sempat menyatakan bahwa operasi yang direncanakan akan menjadi yang terbesar sejak Perang Dunia II, sembari menegaskan kesiapan AS untuk menyerang Iran.

Dampak pada Pasokan Energi dan Harga Minyak

Selat Hormuz, jalur vital yang sebelumnya menangani sekitar seperlima pasokan minyak global sebelum konflik, telah mengalami penurunan signifikan dalam lalu lintas kapal. Meskipun begitu, terdapat peningkatan sporadis dalam transit kapal seiring dengan berita positif tentang kemajuan diplomatik.

Kemenkomdigi Panggil YouTube dan Beri Tenggat Tiga Hari Terkait Konten Vape Libatkan Anak

Sebagai respons terhadap sinyal terobosan diplomatik, harga minyak mengalami koreksi. Minyak mentah Brent anjlok 4,6 persen menjadi sekitar 83,96 dolar AS per barel pada hari Senin, sementara minyak mentah AS turun sekitar 4,7 persen menjadi 80,6 dolar AS.

Meskipun kemajuan diplomatik tampak berjalan, risiko pelayaran tetap ada. United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan adanya insiden 20 mil laut timur laut Khasab, Oman, dekat mulut Selat Hormuz. Kapten sebuah kapal tanker melaporkan ledakan di dekat kapalnya pada Minggu pukul 20:37 UTC (4:37 sore ET). UKMTO menyatakan bahwa kapal dan awak dalam keadaan aman, dengan penyelidikan sedang berlangsung, serta menasihati kapal-kapal untuk berlayar dengan hati-hati.

Detail Proposal dan Mediasi

Menurut Associated Press, yang mengutip seorang pejabat regional yang terlibat dalam upaya mediasi, proposal terbaru yang diumumkan Trump akhir pekan lalu menyerukan AS dan Iran untuk kembali ke meja perundingan. Tujuannya adalah untuk menyelesaikan beberapa isu pelik yang sebelumnya telah menggagalkan upaya diplomatik.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa proposal itu juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian serangan di seluruh wilayah. Ini termasuk serangan oleh milisi yang didukung Iran di Irak terhadap negara-negara Teluk Arab dan Yordania.

Sebagai imbalannya, Amerika Serikat akan mengakhiri blokade angkatan lautnya terhadap Iran dan mengizinkan Teheran untuk mengekspor minyaknya, kata pejabat itu. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa belum ada kesepakatan yang tercapai, meski upaya mediasi terus berjalan.

Pantai Gigi Hiu Lampung Hadirkan Keunikan Lanskap Karang Ikonik

De-eskalasi Ketegangan Regional

Pembalikan keputusan Trump pada akhir pekan telah meredakan ketegangan setelah beberapa hari serangan yang meningkat di Teluk. Kuwait melaporkan pada hari Sabtu bahwa pasukan Iran meluncurkan gelombang drone di wilayah udaranya, dengan militernya berhasil menghancurkan beberapa pesawat setelah Iran menargetkan infrastruktur penting di utara negara itu.

Selain itu, jalur paralel dengan Oman juga menunjukkan kemajuan. Menurut Financial Times, diplomat Iran menyatakan bahwa Teheran hampir mencapai kesepakatan baru dengan Oman untuk mengelola pelayaran melalui Selat Hormuz. Kesepakatan ini dianggap krusial untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Para pejabat Iran mengatakan negosiasi mengenai manajemen masa depan Selat Hormuz dengan Oman, yang terletak di seberang jalur air itu, berada pada tahap akhir. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menjelaskan bahwa rute pelayaran yang disepakati akan berbeda dari yang digunakan sebelumnya. Ia menambahkan bahwa rute baru ini terpisah dari isu pembukaan kembali atau penutupan selat.


Eksplorasi konten lain dari Faktain.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Kasih Komentar

×
×

Eksplorasi konten lain dari Faktain.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca