News

Skandal Nilai ‘E’ Massal Universitas Terbuka Menggemparkan Mahasiswa, Transparansi Hilang, Kampus Bungkam!

Skandal Nilai ‘E’ Massal Universitas Terbuka Menggemparkan Mahasiswa, Transparansi Hilang, Kampus Bungkam!

ALFIE RENALDY
Oleh: ALFIE RENALDY Kamis, 22 Januari 2026 | 10:36 WIB

Mahasiswa Universitas Terbuka Dihantam Nilai ‘E’ Massal, Kecurigaan Muncul atas Transparansi dan Motif Keuntungan

Faktain News – Kabar mengejutkan datang dari kalangan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) setelah pengumuman Nilai Akhir Mata Kuliah pada 21 Januari 2026. Ratusan, bahkan ribuan mahasiswa, melaporkan mendapatkan nilai “E” secara massal, padahal mereka merasa telah mengikuti ujian dengan baik. Situasi ini diperparah dengan sikap Universitas Terbuka yang enggan memberikan klarifikasi, bahkan menutup akses komentar di layanan pengaduan dan akun media sosial resminya.

Gelombang Protes Diredam, Akses Informasi Dibungkam

Pengumuman nilai akhir semester ini seharusnya menjadi momen kegembiraan atau setidaknya kejelasan bagi para mahasiswa. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Banyak mahasiswa yang kebingungan dan frustasi mendapati nilai “E” untuk mata kuliah yang telah mereka ikuti dengan sungguh-sungguh. Kondisi ini memicu gelombang protes di kalangan mahasiswa, yang sayangnya tidak ditanggapi secara terbuka oleh pihak universitas.

“Kami sudah berusaha menghubungi, tetapi tidak ada respon. Bahkan, akun Instagram dan media sosial UT lainnya justru menutup fitur komentar, seolah tidak ingin mendengar keluhan kami,” ujar salah seorang mahasiswa yang terkena dampak.

Dampak Fatal Nilai ‘E’ Bagi Perjalanan Akademik Mahasiswa

Dalam kurikulum baru, nilai “E” memiliki konsekuensi yang sangat berat. Nilai ini berarti 0 dan mewajibkan mahasiswa untuk mengulang mata kuliah tersebut. Hal ini berimbas pada penundaan kelulusan, penambahan beban studi, serta kegagalan mengambil tahapan penting seperti Tugas Akhir Program (TAP), Karya Ilmiah (Karil), atau Skripsi, terutama jika mata kuliah inti yang mendapatkan nilai “E”.

Dampak langsungnya antara lain

Advertisements
  • Wajib Mengulang Mata Kuliah Mahasiswa tidak hanya kehilangan waktu, tetapi juga harus membayar biaya tambahan.
  • Penundaan Kelulusan Proses penyelesaian studi menjadi lebih panjang dari yang seharusnya.
  • Gagal Mengambil Tahapan Akhir Mahasiswa tidak bisa melanjutkan ke TAP, Karil, atau Skripsi karena terganjal nilai “E” di mata kuliah prasyarat.

Kecurigaan Akan Motif Finansial Universitas

Kewajiban mengulang mata kuliah juga berarti mahasiswa harus kembali membayar biaya tambahan berdasarkan besarnya Satuan Kredit Semester (SKS). Dengan jumlah mahasiswa yang terdampak mencapai puluhan ribu, potensi keuntungan finansial bagi Universitas Terbuka menjadi sorotan. Jika lebih dari 10.000 mahasiswa harus mengulang mata kuliah, diperkirakan universitas bisa mendapatkan puluhan juta rupiah dari biaya tambahan ini.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada perwakilan dari pihak kampus yang bisa dihubungi untuk memberikan klarifikasi. Akses informasi kepada mahasiswa pun tertutup rapat, dan transparansi nilai menjadi pertanyaan besar yang belum terjawab. Insiden ini meninggalkan pertanyaan besar tentang komitmen Universitas Terbuka terhadap transparansi dan kesejahteraan akademik mahasiswanya.


Eksplorasi konten lain dari Faktain.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Kasih Komentar

Eksplorasi konten lain dari Faktain.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca