News

Angka Kemiskinan RI Sentuh Level Terendah 20 Tahun, Kisah Ibu Sayutik Jadi Bukti Nyata Keadilan Sosial

Angka Kemiskinan RI Sentuh Level Terendah 20 Tahun, Kisah Ibu Sayutik Jadi Bukti Nyata Keadilan Sosial

ALFIE RENALDY
Oleh: ALFIE RENALDY Jumat, 08 Agustus 2025 | 11:25 WIB

Jakarta , faktain.com – Indonesia mencatat sejarah baru dalam perjuangan melawan kemiskinan. Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (25/7/2025) merilis data bahwa tingkat kemiskinan per Maret 2025 berhasil ditekan hingga 8,47 persen, angka terendah dalam dua dekade terakhir. Capaian ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari intervensi yang dirasakan langsung oleh masyarakat paling rentan, seperti Ibu Sayutik di Lumajang, Jawa Timur.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menyatakan bahwa angka 8,47 persen setara dengan 23,85 juta orang miskin. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan September 2024 yang tercatat 8,57 persen (24,06 juta orang).

“Ini merupakan angka kemiskinan terendah selama dua dekade terakhir,” tegas Ateng Hartono di Jakarta. Sebagai perbandingan, pada tahun 2005, angka kemiskinan nasional masih berada di level 15,97 persen.

Penurunan paling tajam terjadi di wilayah perdesaan, yang salah satunya didorong oleh penguatan sektor pertanian. BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2025 mengalami peningkatan, menandakan daya beli petani menguat. Tenaga kerja di sektor ini juga bertambah hampir satu juta orang dalam setahun, dari 40,72 juta pada Februari 2024 menjadi 41,6 juta pada Februari 2025.

Wajah Keadilan di Rumah Ibu Sayutik

Di ujung lain data statistik ini, ada kisah nyata dari Dusun Darungan, Lumajang. Wajah Ibu Sayutik (54) kini tak lagi muram. Rumahnya yang puluhan tahun berdinding bambu rapuh dan kerap kebanjiran saat hujan, akhirnya direhabilitasi total melalui Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Bantuan senilai Rp12,5 juta dari Pemkab Lumajang, Baznas, dan Dinas Sosial menjadi titik balik bagi keluarganya.

Advertisements

“Rumah ini sudah lama bocor, bahkan lantainya sering becek. Tetapi sekarang saya percaya, hidup kami bisa lebih baik,” ucap Sayutik dengan mata berkaca-kaca saat menerima bantuan langsung dari Bupati Lumajang, Indah Amperawati, pada Rabu (16/7/2025).

Bupati Indah menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata dari keadilan sosial yang diperjuangkan pemerintah. “Saya melihat langsung rumah Ibu Sayutik yang benar-benar tidak layak. Ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi mengembalikan martabat warga agar bisa tinggal di tempat yang lebih aman dan bermartabat,” ujarnya.

Strategi Nasional dan Target Kemiskinan Ekstrem Nol Persen

Capaian positif ini sejalan dengan target ambisius pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menghapus kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2029. BPS mencatat, jumlah penduduk miskin ekstrem pada Maret 2025 tersisa 2,38 juta orang (0,85 persen), turun signifikan dari tahun sebelumnya.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa pemerintah mengandalkan tiga pilar strategi nasional yang tertuang dalam Inpres Nomor 8 Tahun 2025:

  1. Mengurangi Beban Pengeluaran
    Melalui bansos, subsidi, serta layanan pendidikan dan kesehatan gratis.
  2. Meningkatkan Pendapatan
    Lewat program padat karya, pemberdayaan UMKM, dan ekonomi desa.
  3. Menghapus Kantong Kemiskinan
    Dengan intervensi langsung pada infrastruktur dan layanan dasar di wilayah termiskin.

Meskipun secara nasional membaik, data BPS menunjukkan tantangan masih ada. Pulau Jawa masih menjadi rumah bagi jumlah penduduk miskin terbesar, yaitu 12,56 juta orang, dengan Jawa Timur menempati urutan pertama (3,876 juta jiwa).

Prasetyo menambahkan, pemerintah juga fokus mengubah pola pikir masyarakat, terutama generasi muda, dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja untuk memastikan keberlanjutan pengentasan kemiskinan.

Images poster
Poster Sosial Media Instagram Faktaincom


Eksplorasi konten lain dari Faktain.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Kasih Komentar

Eksplorasi konten lain dari Faktain.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca