News

Ibu Kandung di Makassar Dicokok Polisi Diduga Jual 3 Anak dan 1 Keponakan, Keberadaan Korban Gelap!

Ibu Kandung di Makassar Dicokok Polisi Diduga Jual 3 Anak dan 1 Keponakan, Keberadaan Korban Gelap!

ALFIE RENALDY
Oleh: ALFIE RENALDY Jumat, 27 Maret 2026 | 09:35 WIB

Faktain News – Penyelidikan kasus dugaan penjualan anak yang melibatkan seorang ibu kandung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kini memasuki babak krusial. Aparat kepolisian telah berhasil mengamankan wanita berinisial MT (38) yang sebelumnya dilaporkan oleh suaminya, Anto (40).

MT disangkakan terlibat dalam praktik perdagangan tiga anak kandungnya serta satu keponakan. Saat ini, terduga pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik dari Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Perlindungan dan Pelayanan Orang (PPO) Polda Sulsel.

Kasubdit II Direktorat PPA dan PPO Polda Sulsel, Kompol Zaki Sungkar, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan terlapor. Penangkapan dilakukan oleh tim Subdit PPO di wilayah Makassar pada Kamis, 26 Maret 2026.

“Terlapor sudah kami amankan, wanita berinisial MT itu,” ujar Kompol Zaki kepada wartawan pada Jumat, 27 Maret 2026.

Setelah pengamanan, polisi bergerak cepat mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak dan melakukan penelusuran lebih lanjut guna mengungkap fakta di balik dugaan perdagangan anak ini.

“Anggota kami tim Subdit PPA Polda Sulsel langsung bergerak mengambil keterangan dan memeriksa semua. Terlapor kami amankan masih di wilayah Kota Makassar,” tambah Zaki.

Ironisnya, meski terlapor telah diamankan, keberadaan anak-anak yang diduga menjadi korban hingga saat ini masih menjadi misteri. Polisi menyatakan proses pencarian dan pengembangan kasus terus dilakukan.

“Kalau untuk anaknya ini belum diketahui, ini kami masih kembangkan,” tutur Zaki.

Dugaan Penjualan Tiga Anak dan Satu Keponakan yang Menggemparkan

Kasus penjualan anak ini kembali mencuat di Kota Makassar setelah Anto (40) melaporkan istrinya, MT (38), ke Polda Sulawesi Selatan. Laporan tersebut dibuat setelah Anto menduga MT menjual tiga anak kandung mereka dan satu keponakan kepada orang lain.

Dalam keterangannya, Anto mengungkapkan bahwa ia memiliki lima anak. Tiga di antaranya merupakan anak kandung dari pernikahannya dengan MT, sementara dua lainnya adalah anak sambung.

Advertisements

Kecurigaan Anto bermula saat ia menyadari beberapa anaknya tidak lagi berada di rumah. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah bayi berinisial AZ, yang baru berusia tiga bulan dan kini tidak diketahui keberadaannya. Selain itu, anak sambungnya berinisial AI juga diduga telah dijual oleh istrinya bersama pihak keluarga.

“Saya dapat informasi dari istri saya kalau anak sambung saya, AI, itu sudah dijual dengan mertua saya,” ujar Anto kepada wartawan pada Rabu, 25 Maret 2026.

Anto juga mengaku memperoleh informasi dari Ketua RT setempat mengenai anak kandungnya, AZ. Menurutnya, sejak masih dalam kandungan, bayi tersebut diduga sudah ‘dipesan’ oleh seseorang dengan uang muka sebesar Rp1,8 juta.

“Saya tahu dari pak RT, katanya waktu anak saya masih dalam kandungan sudah ada yang panjar Rp1,8 juta. Saya dengar dari pak RT, yang sudah panjar datang (setelah bayinya lahir) dan cekcok karena bayi belum diberikan,” katanya.

Kecurigaan semakin menguat ketika anak mereka yang lain, berinisial AS, tidak pernah ditemui selama sekitar dua bulan terakhir. Anto menduga anak tersebut juga mengalami nasib serupa.

“AS ini menurut saya dia juga sudah dijual karena sudah tidak pernah datang lagi, ada dua bulan saya tidak pernah ketemu dengan anak saya,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Anto juga mengungkap dugaan serupa pada bayi dari keluarga iparnya. Ia menyebut bayi tersebut langsung diambil seseorang setelah dilahirkan dengan nilai transaksi sekitar Rp8 juta. Ini menambah daftar panjang kekhawatiran Anto.

“Istri saya bilang waktu melahirkan iparnya itu, bayinya juga langsung ada yang ambil dan sudah dibayar Rp8 juta,” ungkapnya.

Sebelum kejadian ini terungkap, MT sempat berpamitan pergi ke rumah orang tuanya dengan alasan menghindari sakit saat musim hujan. Namun, setelah lebih dari sepekan, ia tidak kunjung kembali. Ketika Anto mendatangi rumah mertuanya, ia mendapati istri dan anak-anaknya sudah tidak berada di sana.

“Saya sudah desak pulang, tapi tidak mau. Saya datang ke rumah mertua, tapi istri dan anak-anak saya sudah tidak ada,” tuturnya.

Atas serangkaian peristiwa tersebut, Anto akhirnya melaporkan istrinya ke Polda Sulawesi Selatan pada 2 Maret 2026. Laporan ini tercatat dengan nomor LP/B/248/III/2026/SPKT/POLDA SULAWESI SELATAN. Hingga kini, Anto berharap keberadaan anak-anaknya segera terungkap dan mereka dapat kembali dengan selamat.


Eksplorasi konten lain dari Faktain.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Kasih Komentar

Eksplorasi konten lain dari Faktain.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca