Faktain.com, Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Wondama secara resmi menggelar “Festival Teluk Wondama 2025” di Plaza Sarinah, Jakarta. Acara yang berlangsung pada 23-24 Juli 2025 ini tidak hanya bertujuan untuk memamerkan kekayaan budaya, tetapi juga untuk membuka gerbang investasi sekaligus menegaskan posisi Teluk Wondama sebagai titik awal peradaban modern di Tanah Papua.
Bupati Teluk Wondama, Elysa Auri, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/7), menyatakan bahwa pemilihan Jakarta sebagai lokasi festival merupakan langkah strategis. Menurutnya, Ibu Kota adalah pusat bisnis, investasi, dan kebijakan nasional.
“Kami memilih Jakarta karena di sinilah pusat semuanya berkumpul. Target kami jelas, menjadikan pariwisata Teluk Wondama sebagai poros baru di Papua Barat dan menarik investasi strategis,” ujar Elysa.
Festival ini menyajikan beragam atraksi, mulai dari pertunjukan seni budaya seperti tarian dan musik tradisional, pameran kerajinan tangan, hingga bazar produk ekonomi kreatif dari para pelaku UMKM lokal. Lebih dari itu, acara ini juga menjadi fasilitator bagi pertemuan bisnis dan forum investasi untuk mengakselerasi pembangunan daerah di sektor pertanian, pertambangan, dan pariwisata.
Momentum 100 Tahun Peradaban Papua
Pelaksanaan festival tahun ini bertepatan dengan momen bersejarah, yaitu peringatan 100 tahun peradaban modern orang Papua. Momen ini ditandai dengan peringatan Aitumeri, sebuah bukit di Teluk Wondama yang menjadi cikal bakal penyebaran pendidikan baca tulis di seluruh Tanah Papua.
“Banyak yang mungkin belum tahu bahwa awal peradaban orang Papua adalah dari Teluk Wondama. Peringatan 100 tahun ini menjadi momentum menuju masa depan Papua yang lebih baik dan kisah sukses orang-orangnya,” jelas Elysa.
Pada tahun 1925, seorang penginjil Belanda bernama Izaak Samuel Kijne mendirikan sekolah zending pertama di bukit Aitumieri. Sekolah inilah yang menjadi titik awal transformasi sosial dan spiritual, memperkenalkan huruf, angka, dan nilai-nilai modern yang kemudian berpadu dengan kearifan lokal.
Sebagai pengakuan atas nilai historisnya, situs di Aitumieri kini telah diresmikan sebagai Situs Batu Peradaban, menjadi penanda warisan perubahan yang telah membentuk identitas masyarakat Papua.
“Kabupaten Teluk Wondama bukan hanya saksi sejarah. Kami adalah pusat refleksi dan kebangkitan peradaban Papua, melangkah menuju masa depan yang inklusif, berbudaya, dan berdaya saing,” tutup Elysa.
Eksplorasi konten lain dari Faktain.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
