SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
berita Lampung
Beranda / Lampung / Kabupaten Tanggamus Diguncang Sepuluh Kali Gempa dalam Sehari BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Kabupaten Tanggamus Diguncang Sepuluh Kali Gempa dalam Sehari BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa BMKG

TANGGAMUS – Kabupaten Tanggamus, Lampung, diguncang serangkaian gempa bumi tektonik pada Senin, 7 September 2026. Aktivitas kegempaan tercatat sejak pagi hingga siang dan didominasi gempa bermagnitudo kecil dengan pusat gempa berada di daratan wilayah Tanggamus.

Data awal Stasiun Geofisika Lampung Utara mencatat sedikitnya 10 kejadian gempa sejak pukul 07.47 WIB hingga 14.30 WIB, dengan magnitudo berkisar antara 1,6 hingga 3,0. Pemantauan berikutnya juga mencatat aktivitas gempa tambahan di wilayah yang sama.

Gempa terkuat terjadi pada pukul 14.22.23 WIB dengan magnitudo 3,0. Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 5,40 Lintang Selatan dan 104,65 Bujur Timur atau sekitar 9 kilometer barat laut Tanggamus dengan kedalaman sekitar 5 kilometer.

BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif. Gempa M3,0 itu dirasakan masyarakat di wilayah Kota Agung dan Sumberejo dengan intensitas II–III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan dapat terasa seperti getaran akibat kendaraan besar yang melintas. Hingga laporan BMKG diterbitkan, belum terdapat laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Kronologi Gempa di Tanggamus

Berdasarkan data yang dilaporkan Stasiun Geofisika Lampung Utara, rangkaian gempa yang tercatat pada Senin, 7 September 2026 antara lain:

Badan Geologi: Erupsi Beruntun Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap di Level III

  1. 07.47.25 WIB – Magnitudo 2,1, kedalaman 4 kilometer, sekitar 7 kilometer barat laut Tanggamus.
  2. 07.52.21 WIB – Magnitudo 1,6, kedalaman 3 kilometer, sekitar 8 kilometer utara Tanggamus.
  3. 09.54.47 WIB – Magnitudo 2,0, kedalaman 7 kilometer, sekitar 19 kilometer barat laut Tanggamus.
  4. 13.12.48 WIB – Magnitudo 2,6, kedalaman 1 kilometer, sekitar 9 kilometer barat laut Tanggamus.
  5. 13.16.13 WIB – Magnitudo 2,7, kedalaman 3 kilometer, sekitar 10 kilometer utara Tanggamus.
  6. 13.27.50 WIB – Magnitudo 2,8, kedalaman 5 kilometer, sekitar 11 kilometer barat laut Tanggamus.
  7. 13.32.56 WIB – Magnitudo 2,8, kedalaman 5 kilometer, sekitar 14 kilometer barat laut Tanggamus.
  8. 13.42.58 WIB – Magnitudo 2,0, kedalaman 7 kilometer, sekitar 8 kilometer barat laut Tanggamus.
  9. 14.22.23 WIB – Magnitudo 3,0, kedalaman sekitar 5–6 kilometer, sekitar 9–11 kilometer barat laut Tanggamus.
  10. 14.30 WIB – Magnitudo 1,8, kedalaman 6 kilometer, sekitar 10 kilometer barat laut Tanggamus.

Data tersebut menunjukkan konsentrasi aktivitas gempa berada di sekitar wilayah barat laut dan utara Tanggamus.

Selain rangkaian tersebut, BMKG juga mencatat gempa bermagnitudo 1,9 pada pukul 14.58.20 WIB dengan lokasi sekitar 12 kilometer barat laut Tanggamus.

BMKG: Gempa Tidak Berkaitan dengan Erupsi Anak Krakatau

Fungsional PM G Madya Stasiun Geofisika Lampung Utara, Agung Setiyadi, menjelaskan bahwa rangkaian gempa di Tanggamus merupakan aktivitas tektonik yang berkaitan dengan pergerakan lempeng dan aktivitas sesar aktif di wilayah Sumatera bagian selatan.

Menurut Agung, aktivitas gempa tersebut tidak berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang juga tengah menjadi perhatian masyarakat di Lampung.

Hal serupa disampaikan Analis Gempa Tektonik Stasiun Geofisika Lampung Utara, Teguh Budiman. Ia menyebut aktivitas gempa di Tanggamus merupakan aktivitas tektonik Sesar Semangko dan tidak memiliki kaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Seorang Warga Tewas Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Unila Bandar Lampung

Sesar Semangko merupakan bagian dari sistem sesar aktif di Sumatera. Aktivitas pada sistem sesar tersebut dapat memicu gempa bumi di wilayah Lampung, termasuk Tanggamus.

Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG memastikan gempa bumi magnitudo 3,0 yang terjadi di Tanggamus tidak berpotensi tsunami. Hal tersebut berkaitan dengan karakteristik gempa yang terjadi di daratan dengan magnitudo kecil dan kedalaman dangkal.

Dalam rilis resminya, BMKG juga menyatakan masyarakat tidak perlu panik dan diimbau memperoleh informasi mengenai perkembangan aktivitas kegempaan hanya melalui kanal resmi BMKG.

Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

Masyarakat Tanggamus diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta tetap waspada apabila kembali merasakan guncangan serta memeriksa kondisi bangunan di sekitar lingkungan masing-masing.

Hingga informasi BMKG yang diterbitkan terkait gempa M3,0 tersebut, belum terdapat laporan kerusakan bangunan akibat gempa. Aktivitas gempa yang terjadi juga dinyatakan sebagai aktivitas tektonik dan tidak berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Erupsi Berkelanjutan Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Sebaran Abu Vulkanik Meluas di Sejumlah Wilayah

BMKG akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah Tanggamus dan sekitarnya serta menyampaikan informasi apabila terdapat perkembangan signifikan.


Eksplorasi konten lain dari Faktain.com | Berita, Informasi dan Pengetahuan Terbaru

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Kasih Komentar

×
×

Eksplorasi konten lain dari Faktain.com | Berita, Informasi dan Pengetahuan Terbaru

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca