Faktain News – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah merilis data terbaru mengenai jumlah pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk periode Januari hingga Juni 2026. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 32.389 pekerja mengalami PHK selama semester pertama tahun ini. Dari jumlah tersebut, Provinsi Jawa Barat dan Banten menempati posisi teratas sebagai wilayah dengan angka pekerja terdampak PHK tertinggi.
Berdasarkan data yang diakses dari laman Satu Data Kemnaker pada Minggu, 2 Agustus, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah PHK paling tinggi, melibatkan 6.727 pekerja. Posisi kedua ditempati oleh Provinsi Banten dengan 3.782 pekerja yang terdampak.
Secara berurutan, beberapa provinsi lain juga mencatatkan angka PHK yang signifikan. Jawa Timur berada di urutan ketiga dengan 2.851 pekerja. Disusul oleh DKI Jakarta sebanyak 2.436 pekerja, Kalimantan Selatan dengan 2.314 pekerja, Jawa Tengah mencatat 2.205 pekerja, dan Kalimantan Timur sebanyak 2.204 pekerja.
Pada peringkat selanjutnya, Sumatera Utara melaporkan 1.651 pekerja, Sulawesi Selatan sejumlah 1.387 pekerja, dan Sumatera Selatan sebanyak 1.172 pekerja. Provinsi Riau mencatat 513 pekerja, Kalimantan Barat 462 pekerja, dan Jambi 453 pekerja.
Urutan berikutnya meliputi Sulawesi Tenggara dengan 429 pekerja, Kalimantan Tengah sebanyak 418 pekerja, Sumatera Barat 387 pekerja, Lampung 313 pekerja, serta Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 305 pekerja.
Provinsi lain yang juga terdampak antara lain Aceh dengan 153 pekerja, Nusa Tenggara Barat 140 pekerja, Kepulauan Bangka Belitung 88 pekerja, dan Nusa Tenggara Timur 71 pekerja.
Sementara itu, jumlah pekerja terdampak PHK di provinsi dengan angka terendah adalah Papua Barat 66 pekerja, Sulawesi Barat 52 pekerja, Maluku Utara 43 pekerja, Papua 39 pekerja, Maluku 38 pekerja, dan Gorontalo yang mencatat 32 pekerja.
Secara akumulatif, total pekerja terdampak PHK hingga Juni 2026 mencapai 32.389 orang. Khusus untuk bulan Juni 2026, tercatat 588 pekerja yang mengalami PHK. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Pada Mei, jumlah pekerja terdampak adalah 4.636, April sebanyak 6.982, Maret 6.593, Februari 7.692, dan Januari 5.898 pekerja.
Eksplorasi konten lain dari Faktain.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Komentar