Faktain.com, Lampung – Dinas Perhubungan Provinsi Lampung kembali menggandeng ide kreatif buat mengantisipasi potensi lonjakan pemudik balik Lebaran 2025 dengan mengusulkan pemanfaatan Pelabuhan Panjang sebagai pelabuhan alternatif. Langkah strategis ini muncul sebagai respons preventif jika nanti Pelabuhan Bakauheni yang selama ini jadi andalan penyebrangan dari Sumatera ke Jawa mendadak kewalahan karena kepadatan lalu lintas.
Menurut Kepala Dishub Lampung, Bambang Sumbogo, kondisi arus mudik di Pelabuhan Bakauheni saat ini masih dalam kendali dan lancar. “Kita masih ngelihat arus mudik yang teratur, pemudik yang menuju Sumatera dari Jawa berjalan dengan baik. Tapi, yang jadi concern kita adalah arus balik. Diperkirakan puncaknya bakal terjadi sekitar 7-8 April 2025, dan di situ kita harus siap-siap kalau terjadi kepadatan yang parah,” ujarnya.
Bambang menambahkan, usulan pemanfaatan Pelabuhan Panjang sudah disampaikan ke pihak terkait, termasuk pemerintah pusat dan operator pelabuhan. “Kita berharap pihak-pihak terkait bisa melihat potensi ini sebagai solusi alternatif. Dengan adanya rencana cadangan ini, beban Pelabuhan Bakauheni bisa lebih tertata dan pemudik balik tidak perlu khawatir terjebak macet yang bikin bete,” jelasnya dengan nada percaya diri.
Menurut Bambang, pemanfaatan Pelabuhan Panjang diusulkan bukan berarti kondisi saat ini sudah darurat, melainkan lebih ke antisipasi dini. “Di arus mudik kali ini, kita masih aman dan lancar, jadi Pelabuhan Panjang belum digunakan. Tapi, begitu nanti indikasi kepadatan muncul di arus balik, kita siap melakukan aktivasi pelabuhan alternatif ini. Intinya, kita punya plan B yang ciamik buat mengurangi beban di Bakauheni,” tambahnya.
Strategi ini juga dikemas sebagai solusi yang berwawasan ke depan. Pemerintah daerah sudah merencanakan agar koordinasi dengan pemerintah pusat dan operator pelabuhan berjalan harmonis, sehingga proses transisi dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Panjang bisa dilakukan dengan mulus dan minim hambatan. Langkah ini tentunya mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, terutama dari masyarakat yang selama ini mengandalkan kecepatan dan kenyamanan dalam perjalanan mudik serta arus balik.
Lebih dari sekadar mengantisipasi potensi kemacetan, inisiatif ini juga menggambarkan betapa dinamisnya manajemen lalu lintas di provinsi Lampung. Dinas Perhubungan menganggap hal ini sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik yang adaptif terhadap situasi darurat. “Kita gak mau para pemudik harus stres karena macet yang panjang, jadi solusi kreatif seperti ini patut diapresiasi. Jadi, sambil kamu update playlist Spotify, kita juga lagi mikirin cara biar perjalanan pulang jadi lebih lancar,” candanya sambil tersenyum.
Ke depannya, Dishub Lampung akan terus memantau kondisi lalu lintas dan siap melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait. Pemerintah berharap, dengan adanya alternatif Pelabuhan Panjang, arus balik Lebaran 2025 bisa berjalan lebih efisien, aman, dan tentunya, anti drama macet yang bikin bete.
Buat kamu yang selalu update info seputar transportasi dan perjalanan mudik, pantengin terus berita selanjutnya di faktain.com. Karena di era serba cepat ini, selalu ada inovasi baru untuk memecahkan masalah klasik—macet di hari libur. Jadi, siap-siap deh, Lebaran tahun depan bisa jadi lebih asyik tanpa harus menunggu lama di jalan raya.
Eksplorasi konten lain dari Faktain.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Tinggalkan Komentar